Minggu, 02 Desember 2012

SIMPUL PRAMUKA


Delapan Simpul Dasar

Sejarah Simpul

Salah satu bagian yang harus dimiliki seorang pecinta alam adalah pengetahuan tentang simpul dan kemampuan membuat simpul dengan mudah dan cepat. Untuk itu dibutuhkan waktu yang tidak sedikit, dan dalam hal ini ditekankan untuk memahami dengan baik tentang pengetahuan simpul. Banyak sumber yang menyarankan untuk mempelajari simpul sebanyak – banyaknya, yang masing – masing punya kegunaan sendiri. Pedekatan yang disarankan saat ini menganggap jauh lebih baik menggunakan simpul. Tetapi perlu diketahui berbagai macam simpul dimana dibutuhkan untuk suatu hal yanmg bersifat darurat maupun kesulitan lain selama melakukan kegiatan alam bebas. Untuk pendalaman dan pemahaman simpul yang penting dan sering digunakan dalam kegiatan alam bebas secara detail untuk memudahkan jika dalam keadaan darurat, pertolongan akan lebih mudah dilakukan seorang pecinta alam dalam membuat simpul tanpa harus berpikir dua kali. Hal ini cenderung berlaku sebagai otomatis, karena pecinta alam dapat membuat simpul dengan cepat dan benar.

Definisi Simpul dan Tali-temali

          Simpul merupakan hasil bentukan dari tali atau dua utas tali, atau ikatan pada tali/tambang yang dibuat dengan sengaja untuk keperluan tertentu.
Banyak yang mencampur adukkan pengertian antara tali, simpul dan ikatan. Padahal ketiga unsur itu sama sekali berbeda.

-> Tali adalah bendanya
-> Simpul adalah pertemuan tali dengan tali
-> Ikatan adalah pertemuan tali dengan benda lain (seperti kayu, batu dan lain-lain).






          Fungsi Simpul

1.      Untuk mengikat tiang.
2.     Untuk menyambung 2 utas tali yang sama besar dan tidak licin.
3.     Untuk mengikat tali pada tiang/kayu.
4.     Untuk membuat tanduk darurat atau mengikat ember/timba.
5.     Untuk turun kejurang atau dari atas pohon.
6.     Untuk mengikat leher binatang.
7.     Untuk menyambung 2 utas tali yang tidak sama besarnya dan dalam keadaan kering.
8.     Untuk menyambung dua utas tali yang ukurannya tidak sama besar yang basah dan atau tidak licin.
9.     Untuk memendekkan tali
10.   Agar tali pintalan pada ujung tali tidak mudah lepas.
11.    Untuk mengikat benda hidup/leher binatang agar yang diikat tidak terjerat, dan untuk menambatkan tali pengikat binatang pada pohon agar binatang itu dapat bergerak bebas.
12.   Untuk menyambung 2 utas tali yang sama besarnya dan dalam keadaan licin dan basah
13.   Untuk memendekkan tali tanpa pemotongan.
14.   Untuk memulai ikatan dan digunakan untuk menyeret balok.
15.   Untuk menarik benda yang cukup besar.
16.   Untuk diikatkan pada tali penarik agar orang lain dapat membantu menarik.
17.   Untuk mengangkat atau menurunkan benda atau orang pingsan .
18.   Untuk menghindari lepasnya ujung atau ekor tali dari ikatan yang berbentuk lingkaran pada tali tersebut.
19.   Untuk memanjat tali
20.  Untuk mengangkat atau menurunkan benda/manusia.
21.   Untuk membuat tangga tali.
22.  Sebagai pengunci simpul-simpul lain.
23.  Menghentikan geseran pada tali.
24.  Membuat loop untuk anchor.
25.  Untuk mengikat harness.
26.  Untuk mengikat sesuatu tetapi tidak menjerat.
27.  Untuk penambat sesuatu (misal, mengikat leher binatang).
28.  Untuk menyambung dua buah tali.
29.  Untuk mengikat dua ujung tali ukuran atau jenisnya berbeda, misalnya untuk mengikat ujung tali webbing dengan ujung tali kernmantle atau prussik.
30.  Untuk ascending (prussiking).
31.   Sebagai pengaman tambahan untuk rappelling.
32.  Untuk mengikat tali webbing.
33.  Untuk menyambung dua buah ujung tali webbing baik untuk membuat loop maupun menambah panjang webbing. Simpul ini juga biasa di gunakan untuk membuat sling.
34.  Untuk mengikat harness ke anchor atau mengikat tali pada pohon.
35.  Untuk belay atau rappelling bila tidak ada alat rappelling(figure of eight, grigri).
36.  Untuk menyangkutkan tali prussik atau webbing  sebagai pengaman ke dalam celah-celah tebing.
37.  Untuk menambatkan tali ke tonjolan tebing sebagai pengaman dan pengganti anchor pada dinding tebing.

Delapan Simpul Dasar

1.Simpul overhand(Overhand Knot)


      


2.Simpul pangkal (Clove Hitch)

  
3.Simpul Jangkar(Girth Hitch)


  




4.Simpul air atau simpul pita (water knot)
  


5.Simpul kambing (Bowline knot)
   

6.Simpul delapan (figure of eight knot)
1.        2.  
3.        4.   

Jenis simpul delapan ini dibuat dengan cara menggandakan tali utama, digunakan hanya karabiner, sedang untuk anchor atau harness dibuat dengan cara threaded system.
   




7.Simpul nelayan (Fisherman knot)
Double Fishermans lebih baik.
Double Fisherman's Knot



8.Simpul kupu-kupu (Buterfly knot)
     

Kriteria Simpul Yang Baik.
1.    Mudah dibuat.
2.    Mudah dilihat kebenaran lilitannya.
3.    Aman, dengan ikatan / lilitan tidak bergerak dan bergeser ataupun tertumpuk pada saat dibebani.
4.    Mudah dilepas / diurai setelah dibebani.
5.    Mengurangi kekuatan tali seminimal mungkin.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar